sepucuk rindu, seutas tali, aku ikat padamu. sepucuk bukan satu pucuk, tapi paling pucuk. demikian kiranya rinduku sampai puncak. kenapa tali? kalau titip ke angin, mungkin dia berhenti berhembus atau ke arah lain. butuh sesuatu untuk menahannya, mengikatnya sesuai tempatnya. tali jawabannya. dan jelas, hanya khusus untukmu
masjid di dekat zibang dan masjid dekat lapangan rindam magelang disanalah aku diajak sholat jumat sama bapak, ketika rumah kami masih di depan kodim, sebelum pindah ke kebonpolo. dibonceng aku dengan sepeda torpedo merah kesayangannya. jalanan menuju masjid banyak ditumbuhi pohon kenari, yang diwaktu tertentu, minggu atau hari libur, jalan-jalan pagi, kami bersama kakak-kakakku mencari buah kenari yang berjatuhan. cangkangnya yang keras memaksa palu menunaikan tugasnya.